flash

Selamat datang dan selamat menikmati sajian kami . . . Web_Multimedia SMK Negeri 1 tapaktuan. Menyajikan Berita & ilmu tentang Desain Grafis._ Pemda Aceh Selatan menyediakan Internet gratis Hostpot wifi untuk masyarakat agar membantu mahasiswa maupun siswa dalam bidang pendidikan". Thanks buat teman2 multimedia yg suport blog ini, Bagi kawan2 seperjuangan yg ingin berbagi ilmu di blog ini, bisa di post kan lewat E-mail: deviandiade@yahoo.co.id. atau ke facebook: edo.slamatsanjo.5@facebook.com,atau twitter: DEVIANDI. online 24 jam kan iya tu?.Terimakasih Atas Kunjungan nya?...

Jumat, 09 Desember 2011

BATU MERAH


BATU MERAH Adalah Sejarah, Lagenda yang Takbisa Dilupakan Sepanjang Zaman. Karena Batu Merah Adalah Sebuah desa kecil Yang Dimana terdapat Sebuah kisah TAPAKTUAN yg buku nya berjudul : 


Lagenda Tapaktuan

zaman dahulu hidup sepasang naga jantan dan naga betina di Teluk (sekarang Tapaktuan). Naga itu berasal dari Cina. Mereka diusir oleh rajanya di Cina karena tidak mempunyai anak, larilah dia ke Teluk.
Kedua naga itu selalu berdoa agar dikaruniai keturunan. Suatu ketika mereka menemukan bayi yang hanyut di laut. Bayi perempuan itu diambil dan dipelihara serta diberi nama Putri Bungsu. Ia tumbuh menjadi putri yang cantik.
Pada suatu ketika muncul kedua orang tua Putri Bungsu dari Kerajaan Asralanoka, sebuah kerajaan di pesisir India Selatan, untuk mencari sang bayinya yang hanyut 17 tahun yang lalu. Saat meminta kembali putrinya, terjadi pertengkaran dengan sang naga.
Ketika terjadi pertengkaran itulah muncul seorang manusia yang bernama Tuan Tapa dari tempat persemediannya di daerah Goa Kalam. Tuan Tapa meminta kesediaan sang naga untuk mengembalikan Putri Bungsu kepada orang tuanya. Tapi naga menolak dan mereka malah menantang Tuan Tapa untuk berduel.
Terjadilah pertarungan sengit antara naga dan Tuan Tapa, yang akhirnya pertarungan itu dimenangkan oleh Tuan Tapa. Putri Bungsu berhasil diselamatkan dan diserahkan kepada orang tuanya.
Naga jantan mati terbunuh oleh libasan tongkat Tuan Tapa, sedangkan naga betina sempat melarikan diri ke Cina sambil memporakporandakan apa saja yang dilaluinya. Naga betina membelah dua sebuah pulau di daerah Bakongan (sekarang dikenal dengan Pulau Dua), memporakporandakan sebuah pulau besar lainnya sehingga menjadi 99 buah pulau kecil, sekarang dikenal dengan Pulau Banyak di Aceh Singkil.
Bekas naga jantan yang mati dilibas oleh Tuan Tapa diyakini sampai kini masih dapat disaksikan, hati dan tubuh naga yang hancur berkeping menjadi batu, yang dikenal dengan Batu Itam. Sedangkan, darahnya membeku menjadi batu, dikenal dengan Batu Merah. Sedangkan telapak kaki, tongkat, peci dan makam Tuan Tapa terdapat di sekitar Kota Tapaktuan, ibu kota Aceh Selatan.
Kabuaten ini pada 10 April 2002 dimekarkan dengan UU RI No 4 tahun 2002 menjadi tiga daerah tingkat II, yaitu Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Aceh Selatan.
Lebih lengkapnya kunjungi :
http://www.adicita.com/bukubaru/detail/26/120/Legenda-Tapaktuan

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar