flash

Selamat datang dan selamat menikmati sajian kami . . . Web_Multimedia SMK Negeri 1 tapaktuan. Menyajikan Berita & ilmu tentang Desain Grafis._ Pemda Aceh Selatan menyediakan Internet gratis Hostpot wifi untuk masyarakat agar membantu mahasiswa maupun siswa dalam bidang pendidikan". Thanks buat teman2 multimedia yg suport blog ini, Bagi kawan2 seperjuangan yg ingin berbagi ilmu di blog ini, bisa di post kan lewat E-mail: deviandiade@yahoo.co.id. atau ke facebook: edo.slamatsanjo.5@facebook.com,atau twitter: DEVIANDI. online 24 jam kan iya tu?.Terimakasih Atas Kunjungan nya?...

Minggu, 24 Februari 2013

Prinsip Dasar Disain Grafis


Untuk menghasilkan karya yang bernilai tinggi, seorang disainer (dalam hal ini disain grafis) harus mempertimbangkan beberapa prinsip dasar. Prinsip ini bukanlah harga mati, sehingga sebuah karya disain yang bernilai tinggi harus memuat prinsip ini, bukan demikian. Akan tetap ini hanyalah sebuah standar yang mungkin bisa berbeda-beda antar disainer, untuk menghasilakn sebuah karya yang layak dan bisa diterima oleh klien. Akan tetapi ada satu hal yang pasti akan membuat klien menilai hasil karya kita, yaitu tersampaikannya pesan yang termuat dalam disain sesuai dengan keinginan klien.
Prinsip – Prinsip Desain Grafis adalah sebagai berikut:

  • Simple
Banyak pakar desain grafis menyarankan prinsip ini dalam pekerjaan desain. Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet alias susah dibaca, seperti huruf blackletter. Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris.

  • Balance
Keseimbangan (balance) adalah salah satu poin penting keberhasilan sebuah desain. Semua orang suka dengan keadaan nyaman (tidak timpang) terhadap apa yang dilihatnya. Keseimbangan dalam desain grafis dapat tercapai dengan mengatur berat visual masing-masing elemen, baik dalam hal skala, warna, kontras, dsb.
Secara garis besar, keseimbangan pada desain grafis dapat terbagi kepada dua bagian :
a. Keseimbangan simetris (Symmetry Balance)
Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal, vertikal, maupun radial. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda. Kondisi pada keseimbangan simetris adalah gaya umum yang sering digunakan untuk mencapai suatu keseimbangan dalam desain. Meskipun mudah untuk diterapkan, keseimbangan simetris sulit untuk membangkitkan emosi dari pembaca visual karena terkesan “terlalu direncanakan”. Kesimbangan simetris juga biasa disebut dengan keseimbangan formal.
b. Keseimbangan Asimetris (Asymmetry Balance)
Keseimbangan asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan. Seringkali kita melihat sebuah desain dengan gambar yang begitu besar diimbangi dengan teks yang kecil namun terlihat seimbang karena permainan kontras, warna, dsb. Keseimbangan asimetris lebih mungkin untuk menggugah emosi pembaca visual karena ketegangan visual dan yang dihasilkannya. Ketegangan asimetris juga biasa disebut dengan keseimbangan informal.

  • Kesatuan
Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.

  • Penekanan (aksentuasi)
Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

  • Irama (repetisi)
Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.
Demikian, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar